Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kendala Mahasiswa Informatika Dalam Memulai Tugas Akhir/Skripsi dan Peran Dosen Sebagai Pembimbing/Fasilitator

Tugas akhir atau Skripsi selalu menjadi topik menarik dalam sebuah proses perkuliahan di perguruan tinggi. Pelaksanaan tugas akhir atau skripsi biasanya akan dimulai dengan penyusunan usulan judul tugas akhir/skripsi yang dilakukan oleh mahasiswa. Usulan tugas akhir atau skripsi ini umumnya dibuat sendiri oleh mahasiswa berdasarkan topik atau masalah yang mereka kuasai. Dalam penyusunan tugas akhir tentunya bermacam-macam kendala akan dihadapi oleh mahasiswa baik yang sifatnya teknis maupun nonteknis.


Berikut ini beberapa kendala yang akan ditemui oleh mahasiswa dalam memulai tugas akhirnya:

1.Mahasiswa Belum Memahami Sepenuhnya Minat dan Kemampuannya

Ketika seseorang melakukan sesuatu, pada hakekatnya ada 3 hal yang melandasinya, yaitu:

  1. Suka dan senang melakukannya
  2. Terpaksa atau takut dengan ancaman
  3. Karena kewajiban, tanpa semangat untuk melakukannya.
Dari 3 alasan tersebut, alasan nomor 1 tentu memiliki probabilitas untuk mendapatkan hasil yang paling efektif. Seorang mahasiswa tentu tahu bahwa mengerjakan tugas akhir atau skripsi merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Tanpa mengerjakan tugas akhir tentu mahasiswa tidak bisa lulus dan mendapatkan gelar akademik. Namun alangkah baiknya jika pengerjaan tugas akhir atau skripsi juga didasari dengan rasa suka akan tema yang dipilih. Rasa suka ini akan muncul jika tema yang dipilih sesuai dengan bidang minat yang diinginkan, meskipun tidak mustahil jika rasa suka ini akan tumbuh seiring perjalanan mengerjakan tugas akhir atau skripsinya (Tresno Jalaran Seko Kulino) :).

Masalah-masalah akan muncul ketika menjelang waktu yang diharuskan untuk mengusulkan tugas akhir, mahasiswa masih kebingungan dengan bidang apa yang dia inginkan. Hal ini tentu muncul karena banyak hal, mungkin karena masuk jurusan Informatika/Sistem Informasi karena keterpaksaan sehingga masih terbawa hingga semester akhir. Mahasiswa seperti ini yang biasanya menemui banyak kendala saat ingin memulai tugas akhirnya.

2.Kesulitan Menemukan Ide

Kesulitan menemukan ide ini juga menjadi kendala utama mahasiswa ketika mereka akan memulai tugas akhir. Ada mahasiswa yang sudah berhasil menyelesaikan semua mata kuliah dengan baik, namun tidak kunjung mengusulkan tugas akhir. Alasan yang sering muncul adalah "Belum ada ide". Dosen sebagai pembimbing dan fasilitator harus memberikan setitik cahaya terang tatkala mahasiswa meminta pendapat dan masukan terkait dengan tema yang dapat diangkat sebagai judul tugas akhirnya. Ide yang dilontarkan oleh dosen dapat menjadi pemicu kemunculan ide-ide brilian mahasiswa yang awalnya belum memiliki gambaran apapun tentang apa yang harus dikerjakan. Sering kali mahasiswa terlalu terpaku pada metode ketika akan memulai menentukan judul tugas akhir, meskipun mereka sudah belajar metode penelitian dan paham bahwa penelitian harus diawali dengan menelaah masalah.

3.Tidak Semua Mahasiswa IT Memiliki Kemampuan Programming

Tidak dapat dimungkiri bahwa tidak semua mahasiswa informatika mahir dalam bidang pemrograman. Tidak hanya itu, beberapa mahasiswa bahkan mungkin masih memiliki pengetahuan yang sangat minim ketika harus mengambil tugas akhir. Ada beberapa faktor yang memengaruhi hal tersebut. Kurangnya kemampuan awal yang dimiliki mahasiswa dan lemahnya strategi pembelajaran yang diterapkan merupakan faktor yang disinyalir memengaruhi minimnya kemampuan pemrograman mahasiswa informatika ataupun jurusan lain. Pada prinsipnya, penyelesaian masalah ini harus melibatkan pengelola pendidikan dan segenap dewan dosen yang menyusun strategi pembelajaran. Seorang pembimbing juga dituntut untuk memiliki strategi khusus apabila mahasiswa yang dibimbingnya memiliki pengetahuan dan keterampilan pemrograman yang sangat minimal.

Mahasiswa yang memiliki motivasi dan komitmen tinggi akan berusaha mengejar ketertinggalan dengan berbagai cara, seperti berkonsultasi secara intensif kepada dosen pembimbing, belajar dengan kawan-kawannya, atau mengikuti kursus bahasa pemrograman. Apabila mahasiswa memilih untuk meminta bimbingan secara langsung kepada dosen, mau tidak mau dosen harus memiliki waktu ekstra untuk melakukan proses seperti ini.

4.Kurangnya Rasa Percaya Diri

Percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan (Thantaway, 2005). Oleh karena itu, mahasiswa yang kurang percaya diri umumnya akan memiliki konsep diri negatif dan tidak yakin pada kemampuannya. Rasa kurang percaya diri akan mengakibatkan mahasiswa selalu menunda pengajuan proposal tugas akhir, padahal mereka jelas memiliki kemampuan lebih dan telah memenuhi persyaratan untuk pengajuan proposal tugas akhir. Ketika mahasiswa sudah siap dengan usulan tugas akhir, kegundahan berikutnya adalah rasa was-was untuk menerima keputusan apakah judul tugas akhir yang diusulkan diterima atau tidak. Dosen harus memberikan semangat dan meyakinkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya.


________________________________________

Sumber : Daryono, 2015, Metodologi Riset di Bidang IT (Panduan Praktis, Teori dan Contoh Kasus), Andi Publisher, Yogyakarta

Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-photo/student-with-laptop_5405058.htm#page=1&query=thesis&position=25

Hari Aspriyono
Hari Aspriyono Biasa saja.... Tidak ada yang Istimewa...

Posting Komentar untuk "Kendala Mahasiswa Informatika Dalam Memulai Tugas Akhir/Skripsi dan Peran Dosen Sebagai Pembimbing/Fasilitator"