Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Eling Eling Siro Manungso Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

Banyak cara yang dilakukan untuk berdakwah menyebarkan agama Islam oleh para kyai jawa jaman dulu, salah satunya dengan lantunan syiir puji-pujian jawa. Salah satu syiir yang cukup terkenal adalah  Syiir Eling Eling Siro Manungso.


Syiir Eling Eling Sira Manungsa merupakan sholawat atau puji-pujian berbahasa Jawa. Syiir ini sering dilantunkan sebagai puji-pujian di musholla dan masjid setelah adzan sambil menunggu waktu iqomah untuk melaksanakan shalat. Biasanya surau atau musala hingga masjid di pedesaan kerap melantunkan syiir ini. Kiai di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga kerap melantunkan Syiir Eling Eling Siro Manungso ini dalam tausyiah atau ceramah.

Dalam pelantunannya Syiir Eling eling Sira Manungsa di awali dan diakhiri dengan bacaan Sholawat Badar.

Terkait pencipta Syiir Eling eling Sira Manungsa hingga kini tak diketahui secara pasti. Syiir ini lahir dan berkembang secara turun temurun, khususnya di kalangan masyarakat islam jawa.


Berikut lirik dari Syiir Eling Eling Siro Manungso yang lengkap dengan terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ

Shalaatullaah salaamullaah ‘alaa thaaha rasuulillaah

"Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah."

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ

Shalaatullaah salaamullaah ‘alaa yaa siin habiibillaah

"Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah."

Eling eling sira menungsa, jaler estri enom lan tuwa

"Ingat ingat semua manusia, pria wanita muda dan tua."

Saben dina pada elinga, kapan kapan nompo timbalan

"Setiap hari coba ingatlah, kapan kapan menerima panggilan."

Timbalane kang maha suci, gelem ora gelem bakale mati

"Panggilan dari Allah SWT, mau tidak mau akan meninggal dunia."

Disalini penganggon putih, yen wis budal ora bisa mulih

"Dipakaikan pakaian putih (kain kafan), kalau sudah pergi (meninggal dunia) tidak bisa kembali."

Tumpakane kereta jawa, roda papat rupa menungsa

"Kendaraannya kereta jawa (keranda), roda empat berwujud manusia."

Jujugane omah gua, tanpa bantal tanpa klasa

"Tujuannya kuburan, tanpa alas kepala tanpa tikar atau alas tidur."

Omahe raono lawange, turu dewe raono kancane

"Rumahnya tidak ada pintu, tidur sendiri tidak ada teman menemani."

Ditutupi anjang anjang, diuruki disiram kembang

"Ditutupi rangka (kayu, besi, kawat), ditimbun disiram bunga."

Tonggo tonggo pada nyawang, tangise kaya wong nembang

"Para tetangga mengamati, tangisnya seperti orang bernyanyi."

Yen ngajine arang arang, pertanda imane kurang

"Kalau membaca Alquran jarang-jarang, pertanda imannya kurang."

Luwih lara luwih susah, rasane wong ana neraka

"Tambah sakit tambah susah, rasanya ada di neraka."

Dicawisi godo geni, klabang geni ula geni

"Disediakan alat pukul dari api, lipan berwujud api, ular berwujud api."

Ulane sak glugu glugu, nyawisi wong kang ora nggugu

"Ularnya sebesar pohon bambu, disediakan bagi orang yang sering membangkang perintah Allah SWT."

Sing wani maring pengeran, nggegampang dawuh pengeran

"Yang berani melawan Allah SWT, menyepelekan perintah Yang Maha Kuasa."

Luwih mulya luwih mukti, rasane wong ana suwarga

"Lebih nyaman dan senang, rasanya orang hidup di surga."

Dicawisi widodari, pitung puluh punjul siji

"Disediakan bidadari, tujuh puluh lebih satu."

Ya Allah kita nyuwun, gesang engkang istiqomah

"Ya Allah kami mohon, hidup yang istiqomah."

Ya Allah kita nyuwun, mbenjang pejah husnul khatimah

"Ya Allah kami mohon, besok ketika meninggal dunia dapat husnul khatimah (mati dalam keadaan baik).

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ

Shalaatullaah salaamullaah ‘alaa thaaha rasuulillaah

"Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah."

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ

Shalaatullaah salaamullaah ‘alaa yaa siin habiibillaah

"Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah."

Dari terjemahannya Syiir Eling eling Sira Manungsa ini berisi tentang nasehat kepada manusia semasa hidup di dunia untuk selalu menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangan dari Allah SWT. Karena siksa kubur sangat mengerikan. Terlebih hidup di neraka, siksa yang didapatkan bagi yang melanggar perintah Allah SWT lebih kejam dan dan sangat keji untuk dirasakan. Beda halnya bagi yang menjalankan perintah Allah SWT, surga dan kenikmatan akan dirasakan.

Demikian bacaan Syiir Eling eling Sira Manungsa lengkap dengan terjemahan, semoga bermanfaat.

Hari Aspriyono
Hari Aspriyono Biasa saja.... Tidak ada yang Istimewa...

Posting Komentar untuk "Eling Eling Siro Manungso Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia"