Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Contoh Isian Deskripsi Diri Dosen Yang Lulus Sertifikasi 2019 | Bagian A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

Apa kabar pengunjung blog HariAspriyono.Com, semoga kita semua selalu dalam keadaan yang terbaik Menurut Allah SWT dan kita semua diberikan kekuatan untuk selalu bersyukur.

Pada postingan sebelumnya saya telah menulis tentang Apa itu Deskripsi Diri Dosen dan Apa Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis Deskripsi Diri. Bagi para pengunjung yang belum sempat membacanya silahkan Baca : Apa itu Deskripsi Diri Dosen dan Apa Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis Deskripsi Diri.

Mungkin bapak/ibu dan pengunjung sekalian bertanya-tanya seperti apa contoh isian atau jawaban atas pertanyaan yang ada di instrumen sertifikasi dosen deskripsi diri dan yang dinyatakan lulus sertifikasi dosen. Alhamdulillah yang akan saya share kali ini adalah contoh isian deskripsi disi dari dosen yang telah lulus sertifikasi dosen tahun 2019.


Baik, di postingan ini akan saya share isian deskripsi diri pada bagian A yang berkaitan dengan Pengembangan Kualitas Pembelajaran. Di bagian A . Pengembangan Kualitas Pembelajaran ini dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu A.1.  Berikan CONTOH NYATA semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya! dan A.2. Berikan CONTOH NYATA kedisiplinan, keteladanan, dan keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Sebelum saya sajikan Contoh Isian Deskripsi Diri Dosen Yang Lulus Sertifikasi 2019 | Bagian A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran, saya ingin mengingatkan bahwa ini adalah contoh yang mungkin bisa dibaca-baca, namun saya tidak menganjurkan untuk di copy-paste, karena nanti bapak/ibu sendiri yang akan rugi karena ada unsur plagiarisme yang dinilai dalam instrumen deskripsi diri setiap dosen yang akan disertifikasi.

Berikut ini adalah Contoh Isian Deskripsi Diri Dosen Yang Lulus Sertifikasi 2019 | Bagian A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran.

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

A.1. Berikan CONTOH NYATA semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya!

1. Usaha kreatif

Tahun 2015 saya mulai menjadi dosen tetap pada program studi teknik informatika (sekarang informatika) dan dipercaya mengampu mata kuliah Pemrograman Berosientasi Objek, Pemrograman Web dan Basis Data. Alhamdulillah di kampus tempat saya mengajar, di setiap ruang kelas sudah tersedia projector (infocus) dan papan tulis, sehingga proses pembelajaran di kelas dapat dilakukan dengan baik. Dari awal saya mengajar, secara umum setiap pertemuan saya awali dengan salam pembuka, menyampaikan tujuan pembelajaran, review materi sebelumnya, penyampaian materi pembelajaran, tanya jawab, menyimpulkan materi, menyampaikan gambaran materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran. Penyampaian materi saya lakukan dengan ceramah, menggunakan slide presentasi serta menulis di papan tulis untuk mempertajam penjelasan terhadap poin-point materi tertentu. Alhamdulillah dengan langkah tersebut perkuliahan sudah berjalan cukup baik, namun seiring berjalannya waktu saya merasa bahwa perlu ada cara/metode pembelajaran yang dapat mengubah pebelajaran menjadi lebih berkualitas, apalagi yang saya ajar adalah mahasiswa IT. Alhamdulillah pada tanggal 11 - 15 November 2015 saya berkesempatan mengikuti Pelatihan Active Learning in Higher Education (ALIHE) di LPMPP Universitas Bengkulu. Ilmu yang saya dapatkan dari pelatihan ini saya terapkan dalam pembelajaran, menerapkan metode pembalajaran yang beragam dan saya berusaha mengemas pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak monoton. Berbekal ilmu pengetahuan dan pengalaman sebagai praktisi dalam dunia IT, saya memiliki beberapa portofolio produk IT berupa aplikasi yang telah digunakan di beberapa lembaga, sehingga produk ini selalu saya sampaikan di awal perkuliahan untuk memberikan contoh kepada mahasiswa bahwa aplikasi yang saya buat adalah hasil dari pembelajaran mata kuliah khususnya metakuliah basis data, pemrograman berorientasi objek dan pemrograman web. Usaha kreatif saya selanjutnya adalah memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, selain menggunakan slide presentasi, saya memanfaatkan E-Learning untuk mendukung proses pembelajaran yaitu dengan membuat kelas kuliah di elearning dengan memasukkan materi kuliah dalam format mingguan, penugasan dan diskusi. Selain membantu dosen dalam menyampaikan materi kuliah yang dapat diakses kapanpun oleh mahasiswa, mahasiswa juga akan lebih mengenal teknologi e-elearning dalam proses pembelajaran. Selain menggunakan e-learning saya juga menyajikan materi dan sharing pengetahuan melalui blog pribadi dengan alamat url https://www.hariaspriyono.com, dan menyediakan video tutorial yang saya kelola di Channel Youtube https://www.youtube.com/c/HariAspriyono.Dalam proses penilaian, saya berusaha untuk transparan kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa tidak ada yang dirugikan, perhitungan nilai saya lakukan dengan memanfaatkan aplikasi ms. Excel, dan saya sampaikan update nilai setiap ada penilaian baru seperti tugas, ujian tengah semester (uts) dan ujian akhir semester (uas). Cara ini saya lakukan untuk meningkatkan semangat belajar mahasiswa, harapannya adalah setelah mereka melihat update nilainya, mereka akan berusaha memperbaiki di tahap berikutnya.

 

2. Dampak perubahan

Dengan menerapkan metode pembelajaran yang beragam, dan mengemas  dalam  pembelajaran yang menyenangkan berdampak baik pada saya dan mahasiswa yaitu perkuliahan menjadi lebih menyenangkan, dan mahasiswa tidak terlihat bosan dengan materi yang saya sampaikan. Memberikan beberapa contoh produk berupa aplikasi yang dihasilkan dari penerapan mata kuliah basis data, pemrograman berorientasi objek dan pemrograman web, maka mahasiswa semakin antusias dalam mengikuti perkuliahan, rasa ingin tau mahasiswa semakin meningkat, sehingga mahasiswa mulai aktif bertanya dalam proses perkuliahan dan diskusi. Dari penggunaan elearning dan blog yang berisi materi-materi kuliah yang bisa diakses kapanpun oleh mahasiswa, mahasiswa terlihat lebih siap ketika pertemuan tatap muka di kelas, mampu menjawab pertanyaan yang saya berikan di kelas, mampu memberikan penjelasan dengan lebih baik saat diskusi, karena sebelumnya mereka sudah mendapatkan materi dan mempelajarinya di elearning dan blog pribadi saya. Penugasan yang diberikan di elearning juga berdampak baik bagi kualitas pembelajaran, mahasiswa lebih tepat waktu dalam mengumpulkan tugas, karena di elearning dapat dilakukan pembatasan waktu pengumpulan tugas. Dampak positif penerapan elearning juga terasa bagi saya sebagai dosen, yaitu saya dapat share materi secara langsung ke semua peserta kelas, memberikan penilaian langsung pada elearning. Materi yang saya publish pada blog pribadi dan youtube berdampak baik pada mahasiswa, karena juga menambah wawasan bagi mahasiswa tentang materi perkuliahan tertentu, mereka mendapatkan contoh-contoh kasus baru yang berkaitan dengan perkuliahan di laman blog ataupun channel youtube saya. Dari semua usaha kreatif yang saya lakukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut adalah meningkatnya pemahaman mahasiswa yang berdampak pada meningkatnya nilai mahasiswa pada mata kuliah yang saya ajar yaitu basis data, pemrograman berorientasi objek dan pemrograman web.


A.2. Berikan CONTOH NYATA kedisiplinan, keteladanan, dan keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.

3. Kedisiplinan

Contoh  nyata  kedisiplinan  yang  saya  tunjukkan  dalam  pelaksanaan  pembelajaran  yaitu:  Saya berusaha menjalankan perkuliahan/pembelajaran sesuai dengan kalender akademik. Melaksanakan perkuliahan tatap muka sesuai aturan akademik yaitu 14 kali tatap muka di luar UTS dan UAS, namun tidak bisa dipungkiri kadang-kadang tatap muka tidak sampai 14 kali namun saya tetap berusaha  minimal  12  kali  tatap  muka.  Untuk  menutupi  kekurangan  tatap  muka  itulah  saya menerapkan elearning sehingga perkuliahan tetap berjalan. Berusaha masuk kelas tepat waktu, memulai pembelajaran dan mengakhiri pembelajaran dengan tepat waktu. Jika jadwal kuliah pukul 08:00 รข€“ 09:40 maka saya berusaha masuk kelas sebelum pukul 08:00 atau selambat-lambatnya saya akan masuk kelas pukul 08:10 dan akan mengakhiri perkuliahan pada pukul 09:40. Selalu menyampaikan dan membuat kesepakatan sesuai kontrak perkuliahan yang berisi aturan-aturan dalam perkuliahan seperti waktu masuk, toleransi terlambat, jumlah minimal kehadiran, komponen dan bobot penilaian. Saya menyampaikan kontrak perkuliahan di pertemuan awal, sehingga semua aturan  dalam  kontrak  perkuliahan  betul-betul  diterapkan  di  perkuliahan.  Sebagai  contoh  pada aturan kontrak kuliah bahwa toleransi keterlambatan 30 menit dan ada mahasiswa yang terlambat lebih dari 30 menit maka mahasiswa tersebut tidak saya izinkan masuk kelas. Dan jika ada mahasiswa yang kehadirannya kurang dari syarat minimum kehadiran (75%) maka secara otomatis mahasiswa tidak bisa ikut ujian.


4. Keteladanan

Contoh nyata keteladanan yang saya tunjukkan adalah selalu mengucapkan salam ketika hendak memasuki kelas dan ketika akan memulai pembelajaran dan pada saat menutup pembelajaran. Berpenampilan sederhana, namun tetap memperhatikan kerapian seperti berpakaian yang rapi, bersih dan sopan ketika ke kampus baik itu mengajar ataupun melaksaanakan aktifitas lain seperti bimbingan akademik atau bimbingan skripsi. Contoh teladan lainnya adalah  saya  selalu menghargai hak-hak mahasiswa, misalkan dalam mengajar saya selalu berusaha datang tepat waktu sehingga waktu belajar mahsiswa pada mata kuliah yang saya ajar tidak terbuang sia-sia. Alhamdulillah saya juga salah satu dosen yang tidak merokok, ini saya tunjukkan kepada mahasiswa dan saya juga selalu mengajak mahasiswa untuk tidak merokok. Dalam hal berkomunikasi dengan mahasiswa termasuk dalam mengajar saya selalu berusaha menggunakan bahasa yang santun dan pastinya menggunakan bahasa indonesia, karena saya sadar mahasiswa saya berasal dari berbagai daerah yang bahasanya tidak sama, ada yang berbahasa rejang, serawai, lembak, jawa dan sebagainya, untuk itu saya menggunakan bahasa indonesia supaya komunikasi dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dalam menjawab pertanyaan mahasiswa, saya selau berusaha berdasarkan referensi yang jelas, sehingga tidak hanya dengan pendapat sendiri dan dapat menyesatkan. Saya juga selalu mengajarkan kejujuran, contoh nyatanya saya tunjukkan ketika ada pertanyaan mahasiswa yang belum bisa saya jawab saya menyampaikan kepada mahasiswa bahwa jujur saja bahwa saya belum bisa menjawab pertanyaannya dan akan saya bantu cari jawabannya untuk dibahas atau disampaikan di pertemuan berikutnya.


5. Keterbukaan terhadap kritik

Saya menganggap kritik adalah kebutuhan bagi saya sebagai dosen khususnya dalam pelaksanaan pembelajaran. Saya selalu menyampaikan kepada mahasiswa, bahwa dosen juga manusia biasa yang tentu tidak akan luput dari kesalahan dan kekurangan, untuk itu saya selalu sampaikan supaya mahasiswa tidak perlu takut untuk memberikan kritik dan saran kepada saya. Contohnya saya pernah dikritik oleh mahasiswa pada saat mengajar di tahun 2016 bahwa cara saya menyampaikan materi terlalu cepat, sehingga mahasiswa banyak yang sulit mengikuti materi yang saya sampaikan, saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa saya yang telah mengingatkan saya, akhirnya setiap mengajar saya berusaha untuk menanyakan tentang cara mengajar saya apakah terlalu cepat atau tidak, saya ingin memastikan bahwa mahasiswa dapat mengikuti materi yang saya sampaikan. Mahasiswa dapat mengkritik saya secara langsung atau melalui Kuisioner Kinerja Dosen dalam Mengajar yang disebar oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Dehasen Bengkulu yang dapat diakses secara online melalui laman http://kuisioner.unived.ac.id. Selain itu saya juga memberikan nomor telpon dan alamat email yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk menyampaikan kritik kepada saya baik dengan cara sms, telpon, Whatsapp, Telegram dan mengirimkan kritik melalui email. Kritik dan saran yang masuk kepada saya selalu saya jadikan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi diri saya supaya dapat menjadi dosen yang lebih baik lagi. Selain kritik dari mahasiswa, dalam rapat dosen yang diselenggarakan oleh fakultas ilmu komputer, kami selalu mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berlangsung disemester sebelumnya. Berdasarkan data hasil Kuisioner Kinerja Dosen dalam Mengajar, biasanya ada kritik dan saran dari atasan (Ketua Program Studi atau Dekan) tentang bagaimana dosen mengajar. Kritik dan saran itu saya jadikan sebagai bahan introspeksi diri saya dalam memperbaiki pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Namun ada kalanya kritik itu saya pandang tidak sesuai dengan yang ada pada diri saya, maka saya akan menyikapinya dengan baik dan berusaha menggunakan bahasa yang sopan dan santun.


---------------------------

Demikian Contoh Isian Deskripsi Diri Dosen Yang Lulus Sertifikasi 2019 | Bagian A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran. Semoga dapat bermanfaat bagi para pengunjung semuanya.

Jika ada pertanyaan silahkan mengisi kolom komentar di bawah postingan ini. Terima kasih...


Hari Aspriyono
Hari Aspriyono Biasa saja.... Tidak ada yang Istimewa...

Posting Komentar untuk "Contoh Isian Deskripsi Diri Dosen Yang Lulus Sertifikasi 2019 | Bagian A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran"